Archive for the Category » Uncategorized «

Parenting Bersama Rumah Raisha

Sejak membaca buku “The Science of Wealth”, rasanya tercerahkan. Entah kenapa sepertinya yang diceritakan di buku ini pas banget dengan prinsip-prinsip yang saya pegang selama ini. Jadi seneng bacanya, merasa ada temen hehehe…
.
.
Tambah seneng waktu menghubungi penulis dan ternyata beliau berkenan untuk membedah bukunya bersama Rumah Raisha. Ki Jendral menceritakan pengalaman hidup dan perenungan-perenungannya melalui narasi dialog antara tokoh fiktif yang beliau ciptakan, yaitu si Kasrun dan si Bengak. Ternyata dulu beliau tidak langsung sukses seperti ini, banyak perihnya. Tapi dari situ beliau bersama istri lantas bangkit, dan menjadi seperti sekarang.
.
.
Di buku ini beliau menceritakan tentang Lauh Mahfuz dan takdir, Sunnatullah dan Syariatullah, bagaimana Mendesain Outcome, Manusia Level 4, dan Memanajemen diri untuk melunasi Hutang. Beliau juga membahas tentang Monetizing Intelligence (apaan tuh ya? Hehehe), bahkan cara bagaimana Mewarisakn Mindset Kemakmuran.
.
.
Ah, tak usahlah saya berpanjang-panjang menceritakan. Kan nanti penulisnya yang akan bercerita langsung di grup kulwap. Kita tinggal duduk manis dan mendengarkan. Sudah pasti serunya, dan in syaa Allah bermanfaat untuk kita terapkan. Jangan lupa, pastikan masih ada kuota serta baterai penuh tercharge, dan gelas sudah kita kosongkan. Sebab untuk menerima ilmu takkan bisa bila kita masih merasa paling benar, paling pintar, dan paling hebat sendiri bukan?
.
.
Catat tanggalnya, Jumat 9 November 2018 di grup wa bersama Rumah Raisha. Jamnya sekitar jam 8-10 malam. Pendaftaran bisa mulai sekarang, ke nomer wa 081225547505. Yuk, ajak teman dan kerabat sebanyak-banyaknya, bisar sama-sama tercerahkan. Jangan sampai ketinggalan ya 😃👍🏻

Salam,
Rumah Raisha

Alhamdulillah, berhasil juga nih mengumumkan giveaway Rumah Raisha, hihihi… Mohon maaf ya buibu, pengumumannya agak telat, sampe udah ada beberapa yang nanyain terus nih😆🙏🏻. Pengumumannya sih udah ada, cuma kemarin waktunya tersita untuk handle kulwap “Menanamkan Pesan Kebaikan kepada Anak Melalui Bercerita” oleh Bunda Ade Yulia selama 2 hari. Kalo ngitung proses pendaftaran2nya jadi 3 hari ituh. Truz sayanya juga Sabtu-Minggu kemarin sedang hectic urus tugas, sampe2 gak berasa libur. Belum rela masuk lagi hari ini, hahahahahah 🤣
.
.
Dari banyaknya tulisan yang masuk, saya suka sih sama jawaban semuanya. Soalnya jujur banget, ada yang katanya belum pernah denger El Hana. Dan juga gak kenal dengan Rumah Raisha. Karena itu, sekalian aja yaa saya memperkenalkan diri.
.
.
Haiii bundaa… Kenalan dulu ya, nama saya Dina, owner dari Rumah Raisha yang motonya ‘Pembelajar Sepanjang Hayat Dimulai dari Rumah”. Kenapa namanya Rumah Raisha? Karena eh karena, emang ownernya seneng jualan, jualannya kadang ganti2 walau yang utamanya tetep bergerak di bidang edukasi, menyediakan sarana belajar dan mendidik keluarga di rumah. Oleh karena itu, motonya pun seperti itu. Karena menurut saya, tugas kita (terutama muslim) adalah untuk selalu belajar, sepanjang hayat. Dan tempat paling tepat untuk memupuk para pembelajar ini adalah di rumah.
.
.
Baiti jannati. Al ummu madrosatil ula. Anak-anak terlahir dengan rasa ingin tahu (curiosity) yang besar. Di tangan orangtualah rasa tersebut ditumbuhkan, atau justru dimatikan. Kita bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak kita.
.
.
Rumah Raisha membantu menyediakan medianya. Rumah Raisha juga membuka sistem marketer serta reseller, di mana teman-teman bisa ikut menjualkan produk yang kami jual, tanpa harus memikirkan stok, bungkus, dan kirim. Tinggal jualan dengan markom yang sudah disediakan, atau boleh juga kalau ingin berkreasi membuat markom sendiri, kemudian pesan di grup. Sesederhana itu. Saya ingin semua member juga merasa betah bagaikan di rumah kedua, oleh karena itu namanya Rumah Raisha (RR).
.
.
El Hana adalah salah satu brand penyedia edutoys yg juga tersedia di rumah raisha. Salah satu produknya yang paling terkenal yaitu My Busy Book, dan Rainbow Busy Bag (sudah digantikan oleh produk baru, yaitu Busy Bag Color and Shape).
.
.
Terimakasih sudah mau berbagi dengan Rumah Raisha di giveaway kali ini mengenai peran “bermain” bagi anak, serta pertimbangan bunda2 dalam memilihkan mainan bagi anak. Saya setuju, bahwa mainan sangat dibutuhkan oleh anak2 untuk mengeksplore dunia.
.
.
Anyway, ini dia nama-nama pemenangnya :

1. Retno W Karsoutomo — berhak atas 1 set busy bag Color and Shape El Hana
2. Karmili Astuti — berhak atas 1 set Poster Box Adab seri #1
3. Mai Munah — berhak atas 1 set Poster Box Adab seri #1
4. Lisa Nur Fitriani — berhak atas 1 set Poster Box Adab seri #1

Selamat untuk bunda-bunda yang beruntung, dan bagi yang belum beruntung, coba lagi di next giveaway ya. Pantengin terus timeline Fb, Ig, dan status Wa Rumah Raisha 😘🙏🏻

Salam,
Rumah Raisha & Crew

Giveaway Oktober 18

Halooo, assalamu’alaikum dear bundas… 😘😘😘

Masih setia nungguin giveaway dari Rumah Raisha kan ya?

Kali ini ada giveaway dengan hadiah sbb :
1 set busy book color and shape (BBCS)
3 set poster box islami edisi #1 (PBI #1)

Asyik kaan… 😍😍🤗
Perhatikan baik2 ya syaratnya :
1. Like,share, dan tag postingan ini ke Fb Dina Adriana plus 5 akun Fb temanmu, sambil diajakin ikutan giveaway ini (jika tidak dilakukan maka dianggap gugur)
2. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar :
a. sebutkan jenis kelamin dan usia anak (nama anak tidak usah ya, untuk menjaga privasi)
b. menurut bunda, seberapa penting kegiatan bermain untuk anak-anak?
c. Jika memilihkan mainan untuk anak, menurut bunda aspek apa saja yang peru diperhatikan?
d. Apakah pernah mendengar tentang el hana dan rumah raisha? Produk el hana apa saja yang ada di rumah bunda, dan yang mana yang paling disukai anak?

Giveaway ini berlaku selama 10 hari, terhitung mulai tanggal 21-30 Oktober 2018.
Ongkos kirim ditanggung oleh pemenang.

Pemenang akan dipilih sebanyak 4 orang dari list peserta yang sudah memenuhi syarat. So, pastikan sudah membaca bagian persyaratan giveaway dengan seksama ya bun 😘👍🏻

Kami tunggu partisipasinya, dan semoga beruntung !!!

Rumah Raisha

Giveaway RR Sept 18

Assalamu’alaikum teman-temaaan…

Hai hai, GIVEAWAY TIME datang lagiii… 💃💃💃 Yuk ikutan !!!

Caranya gampang :
1. Klik link postingan GIVEAWAY time di Fb saya, dan SHARE di wall-mu.

2. JAWAB pertanyaan di kolom komentar. Awas jangan sampai ada yg ketinggalan dijawab ya, hihihi…

3. TAG 5 orang temanmu yang juga suka buku, ajak untuk sama-sama ikutan giveaway ini.

Tersedia hadiah 3 buku “AKU LIHAT LAYAR SECUKUPNYA” dari penerbit Kakatu (saat ini masih PO ya bunsay)

Periode GIVEAWAY sampai dengan 30 September 2018, so buruaan ikutannn…!!

* Pemenangnya akan dirandom untuk mendapatkan 3 orang yang beruntung
* Kuis ini terbuka untuk umum, semua orang boleh mengikuti kuis ini, termasuk BA dan reseller
* Ongkir hadiah ditanggung pemenang

Salam suka baca,
Dina Adriana ❤
(Doctor, Book Advisor, Mother)

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2344182922265319&id=100000209026624

Giveaway RR September 2018

Assalamu’alaikum teman-temaaan…

Hai hai, GIVEAWAY TIME datang lagiii… 💃💃💃 Yuk ikutan !!!

Caranya gampang :
1. Klik link postingan GIVEAWAY time di Fb saya, dan SHARE di wall-mu.

2. JAWAB pertanyaan di kolom komentar. Awas jangan sampai ada yg ketinggalan dijawab ya, hihihi…

3. TAG 5 orang temanmu yang juga suka buku, ajak untuk sama-sama ikutan giveaway ini.

Tersedia hadiah 3 buku “AKU LIHAT LAYAR SECUKUPNYA” dari penerbit Kakatu (saat ini masih PO ya bunsay)

Periode GIVEAWAY sampai dengan 30 September 2018, so buruaan ikutannn…!!

* Pemenangnya akan dirandom untuk mendapatkan 3 orang yang beruntung
* Kuis ini terbuka untuk umum, semua orang boleh mengikuti kuis ini, termasuk BA dan reseller
* Ongkir hadiah ditanggung pemenang

Salam suka baca,
Dina Adriana ❤
(Doctor, Book Advisor, Mother)

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2344182922265319&id=100000209026624

RR Peduli Lombok

Rumah Raisha mengucapkan turut berduka cita bagi korban gempa di Lombok. 😢😢😢

Pagi ini alhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk berkontak dengan sahabat yang berdomisili di sana. Teman satu kelompok koas, susah senang bersama selama kurang lebih 2 tahun menjalai program dokter muda. Syukur alhamdulillah di tempat teman kami ini masih ada listrik jadi kami masih bisa berkomunikasi.

Ternyata kondisi di sana memang cukup parah. Sedih, mengetahui bantuan belum bisa sampai ke daerah2 pelosok dikarenakan akses yg terputus. Bantuan masih menumpuk di pusat kota 😰😰

Udara di Semarang pagi ini lumayan menusuk tulang. Tapi bersyukur kita di sini walaupun terasa dingin tapi masih ada selimut yang hangat, masih ada atap tempat berlindung, masih ada makanan… Saudara2 kita di sana kedinginan dan kelaparan, bahkan mulai ada penjarahan. Lombok utara kabarnya seperti kota mati. Korban luka dan meninggal akibat gempa makin bertambah dari hari ke hari… Belum lagi second disaster yang siap menghadang : penyakit2 infeksi, trauma fisik dan psikis…

Untuk itu RR bermaksud membantu galang dana. Salurkan sedekah2 terbaik kita ke sana. Saudara2 setanah air kita saat ini sedang membutuhkan bantuan.

*RR Peduli Gempa Lombok*

Bagi rekan2 yang ingin membantu bisa transfer ke no rek teman kami di Lombok :
MANDIRI 1610000555644 an I Gusti Ayu Yunia Arlini (dr. Lini)
BNI 0296986117 an Kurnia Akmal (dr. Akmal)
BRI 015701045842503 an Kurnia Akmal

*ATAU*

MANDIRI 1340004190004 an Dina Adriana

Bila ada di antara teman2 yang ingin barengan menyalurkan dana melalui RR, dipersilakan.. Mohon konfirmasi setelahnya, agar dana yang masuk bisa segera kami salurkan kepada saudara2 yang membutuhkan…

Kalau teman2 bersedia ikut membagikan postingan ini, saya juga sangat berterimakasih. Agar semakin banyak yang bisa turut berpartisipasi.
Semoga Allah membalas kebaikan teman2 dengan sebaik2 balasan. Jazaakumullah ahsanal jaza 😘🙏🏻

Salam,
Dina Adriana & Rumah Raisha

********

Berikut saya sertakan informasi dari dr.Lini pada tulisan di bawah ini ya… (copas)

Mohon segera bergerak berikan bantuan kepada saudara2 kita korban gempa Lombok Utara. Kerusakan parah, korban banyak dan minim bantuan. Seluruh wilayah hancur dan butuh bantuan.
Dibutuhkan Tenaga Medis dan bantuan lainnya untuk wilayah terparah gempa Lombok. Titik terparah Lombok di Lombok Utara.

Sampai saat ini belum ada posko kesehatan dan evakuasi korban banyak belum dilakukan, bantuan yang belum masuk, pengungsian menyebar blm terkoordinasi dengan baik.

Kebutuhan darurat lainnya :
-Air bersih
-Selimut
-Makanan siap saji
-Baju layak pakai
-Terpal/tenda
-Dana

dr. Arlini – dr.Akmal

Nabiku Idolaku

NABIKU IDOLAKU KINI HADIR KEMBALI ^_^

Haay…para bunda sholihah,,bagaimana kabar nya? Mudah2an senantiasa sehat & dalam lidungan Allah Swt Aamiin….
Para Bunda yang sudah punya NBI dijaman PO dahulu pasti sudah ga asing lagi sama produk yang satu ini yaaa
Naah sekrang Mandira Dian Semesta menghadirkan kembali buku yang menjadi hits di era nya terdahulu ini.
Hmmm kita simak yuuk 🙂

NBI sekarang di bagi menjadi 3 para bunda.

1. Nabiku Idolaku Balita
NBI Balita ini hadir dalam format boardbook sebagai pintu masuk bagi anak-anak, khususnya balita dalam mengenal
kisah 25 Nabi & Rasul. Produk ini di kemas secara mungil, disajikan dengan pilihan kata yang pas bagi anak,
cerita nya di sampaikan dengan ringkas dan padat sehingga isinya mudah di pahami.

2. Nabiku Idolaku Anak
Selanjutnya, di produk paket Nabiku Idolaku ada 6 Jilid Kisah Tokoh dalam Al-Quran
Berisikan kisah tokoh-tokoh yang sering diungkapkan dalam Al-Quran: Maryam, Khidir, Thalut, Qarun, Luqman, dan
Zulkarnain. Ilustrasinya sangat menarik, disajikan dalam bentuk tiga dimensi.
Yuk kenalkan para nabi dan rasul Allah dengan cara yang seru dan menyenangkan ^_^
Selain 6 jilid kisah tokoh dalam Alqur’an ada juga 3 jilid utama kisah Nabi & Rasul teladan sepanjang zaman.
hmmm lengkap ya bun??

3. Nabiku Idolaku Full Set+Epen.
Naaah kalau yang ini perpaduan anatara NBI balita & NBI anak bun.
Pluss di lengkapi Epen nya lho bun. Pokok nya ini lebih lengkap disertai Main Yuk juga.
hmmm pasti akan menarik ya bun 🙂

Lebih lengkap nya langsung masuk ke Etalase klik Mizan Dian Semesta terus klik Nabiku Idolaku ya bun 🙂

Silahkan menjelajah di Rumah Raisha 🙂

Mengapa Ayah Lebih Sabar daripada Ibu

Mengapa Ayah Lebih Sabar daripada Ibu

Oleh: Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
Penggagas Program 1821 Kumpul Keluarga

Saya sering mendengar dan membaca sebagian ibu di luar sana mengatakan kalimat semacam ini:

“Abah Ihsan, suami saya melarang saya ikutan belajar parenting karena katanya ‘teori doang’ bukti nyata, tidak ada. Suami saya juga berkata, dia tak ikutan parenting sana sini, buktinya dia lebih sabar menghadapi anak. Sedangkan saya masih saja tak sabaran”.

Atau “Abah Ihsan, saya malu sebenarnya sama suami saya, tapi merasa beruntung juga. Suami saya tuh sabar banget menghadapi anak dan lebih sabar menghadapi anak daripada saya. Saya yang sudah ikutan belajar parenting lebih sering ke sana kemari malah masih sering kurang sabar dengan anak”.

Boleh tidak setuju dengan saya. Para ayah normalnya memang secara alamiah: lebih sabar berlipat dari istri! Ini keumuman. Bahwa ada yang tidak sesuai keumuman, ya normal saja. Meski tidak pernah belajar parenting ke sana kemari sekalipun. Ini normalnya loh! Bahkan setidaknya 3x lipat lebih sabar daripada ibu. Kenapa?

Ada banyak faktor. Faktor utama adalah tentang durasi pertemuan ayah bertemu dengan anak jauh lebih sedikit dibandingkan si ibu. Kekurangan waktu ini kemudian dibayar dengan kesabaran dan rasa kasih yang memang belum disalurkan sejak berpisah dari pagi dengan anak.

Ini sekadar ilustrasi kasar. Jangan fokus ke akurasi angkanya, ini sekadar sampel ilustasi saja. Tiap keluarga bisa memiliki kondisi berbeda, ini hanya keumuman.

Anggap di akhir pekan libur, Sabtu – Minggu, suami istri sama-sama punya skor yang sama berperan di keluarga. Lalu Pada hari kerja Senin – Jumat, katakanlah istri berperan sebagai ibu penuh waktu “mom stay at home”. Selama bangun dari subuh pukul 04.30 sampe anak tidur 21.00, jam dengan anak (asumi anak belum sekolah), maka jam pertemuan ibu dengan anak: 16,5 jam.

Ayah? Setiap Senin – Jumat katakanlah ayah ini menjadi ayah yang punya peran selain pencari nafkah, juga melibatkan diri berkontribusi dalam urusan keluarga. Setiap pagi, mulai bangun subuh, ngajak ke masjid, dan “quality time activity” lainnya di pagi hari 04.30-07.00, berarti jam pertemuan dengan anak 2,5 jam di pagi hari.

Lalu di sore dan malam hari, pulang kerja sampai rumah pukul 18.00. Sejak pukul 18.00 asumsikan “doi” yang merasa bertanggung jawab ini, mengambil peran lagi, melaksanakan program 1821, ngajak anak ke masjid, menemani anak belajar, “story time”, mengantarkan anak ke tempat tidur sampai jam 21.00 berarti 3 jam.

Total jendral pertemuan ayah dengan anak Senin-Jumat: 5,5 jam. Ibu? 16,5 jam. Kira-kira perbandinganya: 1:3.

ITU PUN JIKA SI AYAH IKUT NGURUS LOH YA. Lah kalau mereka masih beranggapan urusan anak hanya urusan ibu gimana?

Jika mau hitung-hitungan, ayah memiliki jam pertemuan dengan anak 3x lebih sedikit daripada ibu. Jadi normalnya ayah 3x lipat lebih sabar daripada ibu.

Karena itu, saya sering mengatakan pada para ayah yang mengaku lebih sabar dari istri:

Coba ayah urus anak selama 7 hari berturut-turut, tanpa istri tanpa pembantu. Sendirian! Ingat ya sendirian. Cukup dari 07.00-18.00.

Apakah setelah itu, Anda merasa lebih sabar dari istri?

Apa yang akan terjadi, jika Anda lakukan selama 365 hari?

Apakah setelah itu, Anda merasa lebih sabar dari istri?

Cobalah gantikan peran istri Anda di rumah. Urus rumah dan anak tiap hari dari pagi. Selain rutinitas yang sama tiap hari menghadapi pemandangan yang sama: dapur, kasur, ketemu tukang sayur.

Apakah setelah itu, Anda merasa lebih sabar dari istri?

Saya tidak tahu jawaban Anda. Tapi yang saya tahu ketika saya tanyakan ini pada ribuan ayah yang ikuti kelas-kelas pelatihan saya, mereka menjawab “oh tidaaaak!” Bahkan ada yang berkata “jangankan 7 hari Abah, 1 hari aja pusing!”

Saya tidak tahu jawaban Anda. Tapi yang saya tahu ketika puluhan ayah di Korea Selatan ditantang ngurus anak hanya sekira 2×24 jam tanpa istri, dalam sebuah acara “reality show” tv korea, hampir semua ayah ini kerepotan luar biasa yang membuat sebagian besar ayah ini wajib merasa berterima kasih kepada istrinya.

Tak sedikit bahkan, setelah tantangan selesai, sebagian ayah hampir sujud-sujud dan minta maaf sama istrinya. Karena mereka sudah merasakan: tidak mudahnya menjadi seorang ibu.

Ini tidak berarti laki-laki harus melakukan semuanya, tidak berarti juga harus bertukar peran, apatah lagi melandaskan kebenaran dengan “reality show” Korea. Saya juga tidak mengatakan bahwa perempuan lebih tinggi derajatnya daripada laki-laki atau sebaliknya. Tulisan ini tidak bermaksud membandingkan siapa yang lebih tinggi derajat atau tidak.

Saya hanya ingin mengajak laki-laki berempati, syukur jika belajar bersama dengan istrinya.

Jika tidak, setidaknya tidak menegasikan atu melemahkan semangat istrinya yang tengah berikhtiar belajar pengasuhan (parenting). Mungkin hasilnya tidak selalu persis seperti yang diharapkan. Tapi insya Allah ada perbedaan orang yang belajar dengan yang tidak.

Karena itu, ini pesan saya buat para Ayah demi menjaga kekuatan energi istri Anda, setidaknya 3 hal:

Pertama, jika Anda melihat istri mulai marah-marah tidak jelas, emosian tidak jelas, bantu istri Anda: “Sini anak-anak sama Ayah.” Atau “Ada yang bisa Ayah bantu, Bunda sayang?”

Kalimat sederhana itu akan membuat semangat mereka terjaga. Itulah suami yang bertanggung jawab. Bukan malah “kamu nih gak bener mendidik anak, yang sabar dong!”

Atau saat anak ngacak-ngacak rumah, istrinya berkata “jangan diacak-acak, main yang lain,” eh suaminya berkata “tidak apa! Namanya anak-anak.”

Sekilas memang benar perkataan suaminya jika memang setelah itu suami yang membereskan. Hal yang membuat tambah emosi istrinya karena setelah itu bukannya suami yang membereskan, tapi kemudian yang diminta membereskan justru istrinya, padahal dari pagi si istri sudah melakukan pekerjaan semacam itu.

Gampang jika hanya menyalahkan! Tapi jika pun salah, sebagai “imam”, sesalah apapun istri kita, itu juga kontribusi kita di dalamnya yang tidak sensitif terhadap situasi istri.

Jika situasi berulang terlalu sering, saatnya istri Anda, “diupgrade” suasana hatinya dan “upgrade” kompetensinya. “Upgrade” suasana hati dengan memberikan istri untuk melihat “pemandangan” berbeda. Jalan-jalan sepekan sekali, “couple time” tanpa anak dengan kita setidaknya sebulan sekali, keluar kota setahun 2x.

“Upgrade” kompetensi istri dengan berikan kesempatan istri belajar. Bantu ia untuk menghadiri majlis-majlis ilmu: seminar parenting, beli buku, halaqoh, dauroh, gabung komunitas yang baik-baik dll. insya Allah ini semua akan membantu.

Kedua, hentikan meremehkan perkara-perkara yang mungkin menurut kita sepele tapi tidak menurut mereka. Jangan biasakan ngomong pada istri “lebay deh”. Karena kita tidak merasakan situasi seperti mereka. Ingat ya, yang lebay menurut kita bisa jadi serius menurut orang lain.

Ketiga, untuk merasakan energi empati, sesekali sediakan waktu setidaknya 1x sepekan urus anak sendiri dari pagi sore, tanpa istri. Saya sering melakukannya, dengan 6 anak saya, saat istri ngaji ada acara dll. “Boleh bawa anak abah?” Saya katakan “Tidak! Itu acara ummi, bukan acara anak-anak.”

Saat saya menjaga semua anak saya jalan ke mall atau jadi “dad stay at home!” Beuh! Berasa… Berasa sekali bray, betapa hebatnya istri kitah!

Lalu untuk para ibu, jangan pernah menyerah dan jadi inferior “saya masih emosi gak sabar” dll. Normal moms shalihah.. Normal!

@abah ihsan official

Indent 64 STU hanya tinggal 800 an paket lagi se Indonesia 🙄
Masih mau mikir2 untuk ikutan? Keburu Tutup Mak 😁
Wa 08179518643