Ramadhan

Ramadhan sudah tinggal menghitung hari aja, ya. Sudah mulai sounding anak-anak, bun? Cerita-cerita aja, bahwa sebentar lagi puasa. Kita akan pindah jam tayang, yang biasanya bangun agak siangan, nanti akan bangun lebih pagi untuk sahur, terus shalat shubuh. Sebisa mungkin habis shubuh jangan tidur lagi, tidurnya nanti jam 11-an, kayak Rasulullah. Nanti sore mulai siapin buat bukaan, bantuin bunda. Terus habis buka, siap-siap ke masjid, tarawih, dst, dst.

Harus sounding dari sekarang, biar anak paham apa yang diharapkan orang tua dari mereka. Gimana jadi anak yg disayang Allah dan Rasulullah. Tapi pasti bukan sesuatu yang mudah buat mereka. Buat kita yang dewasa aja kudu adaptasi dulu, apalagi anak-anak. Maka mulailah ngumpulin berbagai aktivitas buat mengisi waktu luang. Waktu luang mereka jauh lebih panjang, karena liburnya lama. Tambah pusing lagi deh, kepikiran anak di rumah ngapain aja, hehehe…

Ini to do list menyambut Ramadhan ala bundanya Rafi dan Aisha, siapa tau bisa dipake juga sama bunda-bunda yang lain. Boleh dicek-cek ya, semoga bermanfaat πŸ˜˜πŸ‘

πŸ’ Cek jadwal liburnya anak-anak, biar bisa bikin jadwal kegiatan selama mereka sekolah dan libur di rumah. Karena pasti bakal beda banget yang harus dipersiapkan.

πŸ’ Cek jadwal shalat selama puasa. Jadwal-jadwal yang dibuat akan mengacu pada jadwal shalat ini.

πŸ’ Nyicil bikin jadwal harian per tanggal.

πŸ’ Mulai inventaris semua buku dan edutoys yang ada di rumah. Bersihkan dan kumpulkan di tempat yang mudah dijangkau anak.

πŸ’ Buat jadwal membaca buku islami tertarget, sesuaikan dengan usia anak. Misalnya, untuk anak yang sudah agak besar ada jadwal membaca buku-buku siroh seperti buku tentang Muhammad, Kisah 24 Nabi dan Rasul, kisah 64 Sahabat Teladan Utama, dan belajar iman-islam. Untuk adik, bisa dipilihkan buku yang lebih ringan, misalnya Halo Balita, Balita Berakhlak Mulia, Seri Teladan Rasulullah, dst. Ini program membaca mandiri, bukan dibacakan. Tapi boleh ditemani. Nanti anak diminta untuk menceritakan ulang, atau orang tua membuat semacam permainan/post test untuk mengevaluasi hasil membaca. Bisa juga dibuat semacam diskusi ringan atau tebak-tebakan terkait buku yang habis dibaca. Tetapkan target yang realistis, misalnya 5-10 halaman sehari. Kalau terlalu banyak mungkin anak akan cepat bosan.

πŸ’ Buat jadwal membaca buku umum, seperti buku ensiklopedi, belajar bahasa Inggris, belajar matematika, dll. Cek buku yang ada di rumah. Kalau belum ada buku penunjang, mungkin ini saatnya menambah inventaris. Sediakan juga buku ringan tapi sarat makna, misalnya buku cerita dan komik edukatif. Sebisa mungkin usahakan mengecek dulu isi dalam buku sebelum diberikan kepada anak. Karena banyak juga buku yang pengemasannya untuk anak-anak tapi ternyata kontennya dewasa, atau ada konten yang tidak sesuai dengan ajaran agama/norma keluarga.

πŸ’ Kumpulkan aneka mainan edukatif, peralatan dan buku-buku prakarya, VCD edukatif, dalam tempat yang mudah dijangkau. Susun rencana kegiatan per minggu atau malah sekaligus sebulan, agar tidak bingung lagi saat anak tidak masuk sekolah. Bisa juga dibagi menjadi beberapa kali permainan dalam sehari.

πŸ’ Tentukan batas waktu, kapan anak diperbolehkan main ke luar rumah, kapan boleh melakukan aktivitas fisik yang menyebabkan banyak berkeringat, kapan boleh mengundang teman ke rumah, juga jatah screen time per hari, sedetil mungkin. Walaupun sudah dibuat detil, jangan kaget kalau anak masih juga menawar peraturan atau jadwal yang berlaku. Anak-anak adalah makhluk yang amat pintar. Maka kita sebagai orang tua sebaiknya tidak kalah pintar πŸ˜†πŸ˜„. Mereka akan gigih menawar, maka kita harus juga gigih menolak, hehehe…
Ingat kata abah ihsan (pemerhati parenting) mengenai hukum kekekalan usaha. πŸ’ƒπŸ»

πŸ’ Mulai ajari anak untuk selektif memilih makanan. Ajari anak cara memilih makanan sehat, makanan halal. Beri tahu makanan yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya, untuk nutrisi otak, untuk daya tahan tubuh. Ajari efeknya jika kekurangan atau sebaliknya jika berlebihan mengonsumsi makanan/minuman tertentu. Oleh karena itu tentunya orang tua juga harus belajar dulu. Libatkan anak dalam proses terkait makan ini, sebanyak mungkin. Pergunakan kesempatan ini untuk mengobrol banyak hal dengan anak. Sesekali, buatkan makanan kesukaan mereka agar makin semangat shaumnya.

πŸ’ Pastikan jam tidur anak (dan orang tua) tetap berkualitas, agar tidak timbul gangguan kesehatan di kemudian hari. Puasa seharusnya menyehatkan dan membuat lebih bersemangat, bukan sebaliknya. Kalau yang terjadi sebaliknya, coba dicek mungkin memang ada pengaturan yang belum pas. Bisa jadi pengaturan makan, pengaturan istirahat, atau lainnya.

πŸ’ Cek ulang jadwal yang sudah dibuat, sesuaikan juga dengan acara ayah dan bundanya. Jangan lupa, kadang-kadang juga ada jadwal buka puasa bersama, maka kegiatan bisa disesuaikan.

Semoga Ramadhan kali ini bisa kita sambut dengan meriah, dengan persiapan yang lebih baik daripada yang dulu-dulu. Semoga bisa menjalani aktivitas di bulan Ramadhan dengan gembira, sehat, dan bersemangat πŸ˜πŸ™

Marhaban yaa Ramadhan…
.
.
.
#ramadhan_sebentar_lagi
#persiapan_sambut_ramadhan
#marhaban_yaa_ramadhan
#Ramadhan_berkualitas
#rumah_raisha

Artikel ini juga bisa dibaca di website rumah raisha :

www.rumahraisha.com

Category: Uncategorized
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × four =