,Promo Januari 18

Promo Tira & Alolam :

Mengapa Ayah Lebih Sabar daripada Ibu

Mengapa Ayah Lebih Sabar daripada Ibu

Oleh: Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
Penggagas Program 1821 Kumpul Keluarga

Saya sering mendengar dan membaca sebagian ibu di luar sana mengatakan kalimat semacam ini:

“Abah Ihsan, suami saya melarang saya ikutan belajar parenting karena katanya ‘teori doang’ bukti nyata, tidak ada. Suami saya juga berkata, dia tak ikutan parenting sana sini, buktinya dia lebih sabar menghadapi anak. Sedangkan saya masih saja tak sabaran”.

Atau “Abah Ihsan, saya malu sebenarnya sama suami saya, tapi merasa beruntung juga. Suami saya tuh sabar banget menghadapi anak dan lebih sabar menghadapi anak daripada saya. Saya yang sudah ikutan belajar parenting lebih sering ke sana kemari malah masih sering kurang sabar dengan anak”.

Boleh tidak setuju dengan saya. Para ayah normalnya memang secara alamiah: lebih sabar berlipat dari istri! Ini keumuman. Bahwa ada yang tidak sesuai keumuman, ya normal saja. Meski tidak pernah belajar parenting ke sana kemari sekalipun. Ini normalnya loh! Bahkan setidaknya 3x lipat lebih sabar daripada ibu. Kenapa?

Ada banyak faktor. Faktor utama adalah tentang durasi pertemuan ayah bertemu dengan anak jauh lebih sedikit dibandingkan si ibu. Kekurangan waktu ini kemudian dibayar dengan kesabaran dan rasa kasih yang memang belum disalurkan sejak berpisah dari pagi dengan anak.

Ini sekadar ilustrasi kasar. Jangan fokus ke akurasi angkanya, ini sekadar sampel ilustasi saja. Tiap keluarga bisa memiliki kondisi berbeda, ini hanya keumuman.

Anggap di akhir pekan libur, Sabtu – Minggu, suami istri sama-sama punya skor yang sama berperan di keluarga. Lalu Pada hari kerja Senin – Jumat, katakanlah istri berperan sebagai ibu penuh waktu “mom stay at home”. Selama bangun dari subuh pukul 04.30 sampe anak tidur 21.00, jam dengan anak (asumi anak belum sekolah), maka jam pertemuan ibu dengan anak: 16,5 jam.

Ayah? Setiap Senin – Jumat katakanlah ayah ini menjadi ayah yang punya peran selain pencari nafkah, juga melibatkan diri berkontribusi dalam urusan keluarga. Setiap pagi, mulai bangun subuh, ngajak ke masjid, dan “quality time activity” lainnya di pagi hari 04.30-07.00, berarti jam pertemuan dengan anak 2,5 jam di pagi hari.

Lalu di sore dan malam hari, pulang kerja sampai rumah pukul 18.00. Sejak pukul 18.00 asumsikan “doi” yang merasa bertanggung jawab ini, mengambil peran lagi, melaksanakan program 1821, ngajak anak ke masjid, menemani anak belajar, “story time”, mengantarkan anak ke tempat tidur sampai jam 21.00 berarti 3 jam.

Total jendral pertemuan ayah dengan anak Senin-Jumat: 5,5 jam. Ibu? 16,5 jam. Kira-kira perbandinganya: 1:3.

ITU PUN JIKA SI AYAH IKUT NGURUS LOH YA. Lah kalau mereka masih beranggapan urusan anak hanya urusan ibu gimana?

Jika mau hitung-hitungan, ayah memiliki jam pertemuan dengan anak 3x lebih sedikit daripada ibu. Jadi normalnya ayah 3x lipat lebih sabar daripada ibu.

Karena itu, saya sering mengatakan pada para ayah yang mengaku lebih sabar dari istri:

Coba ayah urus anak selama 7 hari berturut-turut, tanpa istri tanpa pembantu. Sendirian! Ingat ya sendirian. Cukup dari 07.00-18.00.

Apakah setelah itu, Anda merasa lebih sabar dari istri?

Apa yang akan terjadi, jika Anda lakukan selama 365 hari?

Apakah setelah itu, Anda merasa lebih sabar dari istri?

Cobalah gantikan peran istri Anda di rumah. Urus rumah dan anak tiap hari dari pagi. Selain rutinitas yang sama tiap hari menghadapi pemandangan yang sama: dapur, kasur, ketemu tukang sayur.

Apakah setelah itu, Anda merasa lebih sabar dari istri?

Saya tidak tahu jawaban Anda. Tapi yang saya tahu ketika saya tanyakan ini pada ribuan ayah yang ikuti kelas-kelas pelatihan saya, mereka menjawab “oh tidaaaak!” Bahkan ada yang berkata “jangankan 7 hari Abah, 1 hari aja pusing!”

Saya tidak tahu jawaban Anda. Tapi yang saya tahu ketika puluhan ayah di Korea Selatan ditantang ngurus anak hanya sekira 2×24 jam tanpa istri, dalam sebuah acara “reality show” tv korea, hampir semua ayah ini kerepotan luar biasa yang membuat sebagian besar ayah ini wajib merasa berterima kasih kepada istrinya.

Tak sedikit bahkan, setelah tantangan selesai, sebagian ayah hampir sujud-sujud dan minta maaf sama istrinya. Karena mereka sudah merasakan: tidak mudahnya menjadi seorang ibu.

Ini tidak berarti laki-laki harus melakukan semuanya, tidak berarti juga harus bertukar peran, apatah lagi melandaskan kebenaran dengan “reality show” Korea. Saya juga tidak mengatakan bahwa perempuan lebih tinggi derajatnya daripada laki-laki atau sebaliknya. Tulisan ini tidak bermaksud membandingkan siapa yang lebih tinggi derajat atau tidak.

Saya hanya ingin mengajak laki-laki berempati, syukur jika belajar bersama dengan istrinya.

Jika tidak, setidaknya tidak menegasikan atu melemahkan semangat istrinya yang tengah berikhtiar belajar pengasuhan (parenting). Mungkin hasilnya tidak selalu persis seperti yang diharapkan. Tapi insya Allah ada perbedaan orang yang belajar dengan yang tidak.

Karena itu, ini pesan saya buat para Ayah demi menjaga kekuatan energi istri Anda, setidaknya 3 hal:

Pertama, jika Anda melihat istri mulai marah-marah tidak jelas, emosian tidak jelas, bantu istri Anda: “Sini anak-anak sama Ayah.” Atau “Ada yang bisa Ayah bantu, Bunda sayang?”

Kalimat sederhana itu akan membuat semangat mereka terjaga. Itulah suami yang bertanggung jawab. Bukan malah “kamu nih gak bener mendidik anak, yang sabar dong!”

Atau saat anak ngacak-ngacak rumah, istrinya berkata “jangan diacak-acak, main yang lain,” eh suaminya berkata “tidak apa! Namanya anak-anak.”

Sekilas memang benar perkataan suaminya jika memang setelah itu suami yang membereskan. Hal yang membuat tambah emosi istrinya karena setelah itu bukannya suami yang membereskan, tapi kemudian yang diminta membereskan justru istrinya, padahal dari pagi si istri sudah melakukan pekerjaan semacam itu.

Gampang jika hanya menyalahkan! Tapi jika pun salah, sebagai “imam”, sesalah apapun istri kita, itu juga kontribusi kita di dalamnya yang tidak sensitif terhadap situasi istri.

Jika situasi berulang terlalu sering, saatnya istri Anda, “diupgrade” suasana hatinya dan “upgrade” kompetensinya. “Upgrade” suasana hati dengan memberikan istri untuk melihat “pemandangan” berbeda. Jalan-jalan sepekan sekali, “couple time” tanpa anak dengan kita setidaknya sebulan sekali, keluar kota setahun 2x.

“Upgrade” kompetensi istri dengan berikan kesempatan istri belajar. Bantu ia untuk menghadiri majlis-majlis ilmu: seminar parenting, beli buku, halaqoh, dauroh, gabung komunitas yang baik-baik dll. insya Allah ini semua akan membantu.

Kedua, hentikan meremehkan perkara-perkara yang mungkin menurut kita sepele tapi tidak menurut mereka. Jangan biasakan ngomong pada istri “lebay deh”. Karena kita tidak merasakan situasi seperti mereka. Ingat ya, yang lebay menurut kita bisa jadi serius menurut orang lain.

Ketiga, untuk merasakan energi empati, sesekali sediakan waktu setidaknya 1x sepekan urus anak sendiri dari pagi sore, tanpa istri. Saya sering melakukannya, dengan 6 anak saya, saat istri ngaji ada acara dll. “Boleh bawa anak abah?” Saya katakan “Tidak! Itu acara ummi, bukan acara anak-anak.”

Saat saya menjaga semua anak saya jalan ke mall atau jadi “dad stay at home!” Beuh! Berasa… Berasa sekali bray, betapa hebatnya istri kitah!

Lalu untuk para ibu, jangan pernah menyerah dan jadi inferior “saya masih emosi gak sabar” dll. Normal moms shalihah.. Normal!

@abah ihsan official

Indent 64 STU hanya tinggal 800 an paket lagi se Indonesia 🙄
Masih mau mikir2 untuk ikutan? Keburu Tutup Mak 😁
Wa 08179518643

Promo November

* Promo MDS :

* Promo Tigaraksa & Al-qolam :

* Promo Gian Mandiri

TIKLIP BOGOR

Tiklip Bogor ada tiga jenis ya bun-ay…

1. Tiklip Standar
2. Tiklip Interior Jaguard
3. Tiklip Velvet

Yuuk… Cuus langsung saja liat spesifikasi nya dari masing-masing jenis nya yaa ^_^

PO (64 Sahabat Teladan Utama)

Akhirnya buku yang ditunggu-tunggu sebentar lagi launching…

Ini buku barunyaaaaaa
****64 Sahabat Teladan Utama****

Siapa disini yang kepingin punya buku kisah manusia terbaik ini??

—-

Apa itu 64 Sahabat Teladan Utama?

64 Sahabat Teladan Utama merupakan buku yang berisi kisah 64 sahabat yang hidup di zaman Rasulullah. Kisah para sahabat ini tersaji bersama ilustrasi. Pembaca akan mengenal lebih dekat para sahabat. Beberapa kisah sahabat dimuat sejak masa kelahirannya hingga wafat. Pembaca juga jadi mengenal bagaimana kehidupan keluarga para sahabat.

Buku 64 Sahabat Teladan Utama merupakan buku yang dipersembahkan oleh Sygma Daya Insani, sebagai bentuk kepedulian terhadap optimalisasi keluarga muslim. Cita cita utama, menjadikan keluarga Indonesia SMART FAMILY. Paket yang penuh dengan MORAL VALUE dari para sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ini menjadi alat bantu pendamping bagi seluruh anggota keluarga.

*Kisah yang ada di dalam 64 Sahabat Teladan Utama*

🌱Khalifah Pertama : Kisah Abu Bakar

🌱Singa Padang Pasir : Umar bin Khattab

🌱Pemilik Dua Cahaya : Kisah Utsman bin Affan

🌱Sang Perisai Perang Uhud : Kisah Ali bin Abi Thalib

🌱Pembela Islam dan Ahli Surga : Kisah Thalhah bin Ubaidillah dan Zubair bin Awwam

🌱Pedagang Dermawan Ahli Surga : Kisah Abdurrahman bin Auf dan Saud bin Abi Waqqash

🌱Tetangga Rasulullah di Surga : Kisah Said bin Zaid dan Abu Ubaidah

🌱Para Pemimpin Bidadari Surga : Kisah Shahabiyah

🌱Para Pahlawan Islam (Komik) : Mus’ab bin Umar, Salman Al Farisi, Abu Dzar, Bilal bin Rabah, Abdullah bin Umar, Shuhaib bin Jabal

🌱Para Perindu Syahid (Komik) : Abudullah bin Mas’ud, Hudzaifah Al Yaman, Ammar bin Yasir, Ubadah bin Shamit, Amr bin Al Ash, Khabbab bin Al Arat, Utsman bin Mazh’un, Zaid bi Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, Abdulah bin Rawahah

🌱Para Pahlawan Islam (Komik) : Khalid bin Walid, Umair bin Wahb, Abu Darda, Umair bin Sa’ad, Zaid bin Tsabit, Khalid bin Sa’id

🌱Para Pencari Hidayah (Komik) : Abu Ayyub Al Anshari, Abbas, Abu Hurairah, Al Barra, Utbah bin Ghazwan, Tsabit bin Qais, Usaid bin Al Hudhair, Abdullah bin Amr, Amr bin Al Jamuh

🌱Para Pembela Nabi (Komik) : Ubay bin Ka’ab, Saad bin Ubadah, Usamah bin Zaid, Abdullah bin Amr bin Ah, Abu Sufyan bin Harist, Imran bin Hushain, Anas bin Malik

🌱Para Pecinta Kebenaran (Komik) : Salamh bin Al Akwa, Abdullah bin Abbas, Abbad bin Bisyir, Suhail, Amr bin Ash, Abdullah bin Qais, Salim.
—-

Udah ga sabar nih kepingin tau harganya. Kita tunggu sama-sama yaaaa. Insyaallah Allah mampukan kita untuk memilikinya 😍😍😍😍

#YukKepungRumahDenganBukuBergizi
#KisahSahabatNabi
#SpiritNabawiyahCommunity
#BukuBaru
#RumahRaisha

More info :
Wa 08179518643 (Dina)

Promo Oktober ’17

* Alqolm & Tigaraksa

* Promo MDS

LAQU (Learning Arabic for Quranic Understanding)

17264271_1665898880093730_669276584809778678_n

– Kesulitan menerjemahkan dan memahami Al-Quran?
– Kesulitan menghafalkan rumus bahasa Arab yang rumit?
– Ingin mengaplikasikan kaidah bahasa arab dengan mudah?

Nantikan produk LAQU (Learning Arabic for Qur’anic Understanding) di tahun 2017 ini!

LAQU (Learning Arabic for Quranic Understanding) merupakan sebuah produk pertama pembelajaran Bahasa Arab khusus untuk pemahaman Al-Quran dengan metode AMALI (Alami, Mainkan, Aplikasikan, Lagukan, Imajinasikan).

Penggunaan bagian-bagian kereta seperti Gerbong dan Lokomotif membuat belajar Bahasa Arab menjadi sangat mudah karena mengunakan pendekatan visual, bukan menghafal seperti yang kebanyakan sudah ada.

Materi pembelajarannya dirangkum dalam 7 Buku Utama yang meliputi Kalimat Sempurna, Perubahan Bentuk Kata, Perubahan Kata Ganti, Perubahan Kata Kerja, Penggandaan Kata Benda, Sahabat Kata, dan Perubahan Akhir Kata.

Ke-7 materi tersebut dapat dengan mudah dipahami dengan adanya produk pendukung berupa :
– 7 Buku Latihan
– 4 Mesin Permainan beserta 72 Lembar Modul Permainannya
– 200 Kartu Kosakata
– 1 Set Kartu Cocok Kata
– 1 Set Kartu Kalimat Sempurna
– 1 Set Board Game
– Mushaf 1 juz
– Kamus 3 Bahasa, dan
– Buku bonus Belajar Mudah Huruf Al-Quran. Ditambah lagi, penggunaan
– Augmented Reality, dan
– Epen Bluetooth membuat belajar LAQU menjadi lebih mengasyikan.

Dengan LAQU, belajar bahasa Arab menjadi semakin mudah dan menyenangkan. Cocok digunakan oleh Ayah-Bunda, anak-anak, para guru, dan siapa pun yang ingin lebih dekat dengan Al-Quran.

Nantikan info lebih lanjut di Rumah Raisha yah.. ?

www.rumahraisha.com
Wa 08179518643

PO-PO Buku All Penerbit’17

Selamat datang di web #RumahRaisha ^_^

#HappyShopping
#POBuku
#BukuBaru
#BukuBergizi
#BukuBaca

PO-PO Buku All Penerbit ’16

Selamat datang di web #RumahRaisha ^_^

#HappyShopping
#POBuku
#BukuBaru
#BukuBergizi
#BukuBaca