Belajar…

12509782_1248816438468645_4733261047527168914_n

Makan malam dengan nasi dan pepes tahu buatan ibu, dikunyah pelan2 sambil dirasakan baik2. Alhamdulillah nikmatnya…

Pikiran langsung melayang ke pasien2 di RS…

Ada yang terkena kanker lambung sehingga harus dipotong keseluruhan lambungnya. Akibatnya tidak bisa lagi menampung makanan dan melakukan proses mencerna tahap pertama, sehingga seumur hidupnya harus makan makanan yang sudah diproses semacam susu formula. Tiada bisa lagi menikmati lezatnya bakso, kakap asam manis, atau capcay kuah yang segar.

Pasien lainnya lagi, kanker usus besar. Dipotong juga semua usus besarnya. Dibuatkan saluran pembuangan yang baru, menempel di perut, bukan seperti kita biasanya.

Baru dua pasien, dua macam penyakit, sudah tak terhitung betapa kita yang masih sehat ini seharusnya bersyukur. Bisa makan enak, bisa buang air dengan normal. Kalau dua jenis nikmat itu saja dicabut dari kita, tak bisa membayangkan rasanya. Belum lagi menghitung nikmat-nikmat Allah yang lainnya. Maka dari itu mari bersyukur dengan cara menjaga kesehatan. Sekarang memang masih sehat, bisa makan apapun semau kita. Tapi ingat, tidak semua makanan boleh dimakan. Allah meminta muslim memakan hanya makanan yang halal dan baik (thayyib). Dari makanan, manusia bisa menjadi sehat. Dari makanan juga, manusia bisa jadi sakit. Hindari atau setidaknya kurangi pola makanan yang kurang baik : makanan instan, mengandung aneka zat additif (perasa, pemanis, pewarna, pengawet, penyedap), kurang serat, kurang sayur dan buah sumber vitamin dan mineral, atau makan dalam porsi berlebih yang bisa memicu obesitas. Obesitas bisa berujung kepada banyak penyakit, termasuk kanker. Maka jagalah kesehatan. Pilih baik-baik makanan kita. Seorang muslim harus sehat, agar semangat ibadahnya, dan produktif serta bermanfaat hidupnya. Ingat-ingat, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati.

www.rumahraisha.com

12745949_1271857969497825_2116438472919831841_n

Siapa orangnya yang tidak suka berbadan langsing? Apalagi wanita. Pasti semuanya mengidamkan tubuh ideal bak supermodel, hehehe (langsung rame deh di komen, pada protes.. :p)

Setelah hamil dan melahirkan, umumnya tubuh wanita mengalami perubahan (sengaja saya gunakan bahasa halus ya). Ada yang mulai melar setelah hamil anak pertama, ada yang setelah anak kedua, dan seterusnya. Ada juga sih yang stabil segitu-gitu aja, tapi cuma beberapa jumlahnya. Rata-rata memang mengalami peningkatan ukuran baju yang signifikan, terutama bagi yang tidak rajin berolahraga (cermin mana cermin ^_^’). Dulu saya ceking, dan berandai-andai untuk bisa “gemukan”. Porsi makan kuli, tak jua menaikkan berat badan. Apalagi waktu masuk jaman pengiritan, uang saku harus cukup untuk sebulan. Mau tak mau uang makan harus berbagi tempat dengan jatah fotokopian bahan kuliah dan soal ujian.

Tapi saya ingatkan, sebaiknya jangan sembarangan berdoa. Pastikan doanya sudah diedit supaya benar redaksinya. Karena kalau salah doa contohnya seperti saya. Melarnya malah keterusan (hiks T_T). Harusnya dulu saya minta badan berisi dan semok, BUKAN pengen gemuk. Giliran dikasih malah bingung sendiri jadinya. Bolak-balik berusaha gimana caranya supaya kembali kurus (ealah, kok salah juga redaksinya, harusnya langsing dong bukan kurus…). Tapi biasanya saya pake diet Mayo, alias “Mayo-ritas gagal” T_T . Akhirnya sempat lambai-lambai slampe putih (u know ‘slampe’? Itu bahasa jermannya sapu tangan ya, tolong dibuat catatan kaki). Pake trik lama : beli baju yang lebih besar heheheh T_T

Belakangan setelah sekolah, barulah mata saya dibukakan, bahwa jalan hidup yang saya ambil ternyata mengandung banyak risiko. Lingkar perut yang semakin bertambah, artinya bertambah juga risiko terkena #obesitas_sentral yang mengarah ke #sindroma_metabolik. Bahkan obesitas banyak dikaitkan dengan berbagai risiko penyakit yang buat saya sangat mengerikan, contohnya bermacam jenis #kanker. Iya, kanker!! Ngeri kan?! Hal ini sudah dibuktikan melalui berbagai penelitian baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Silakan bagi yang rajin mencari jurnalnya, bisa dibaca-baca, asal bacanya jangan sambil ngemil bakwan dan roti bakar, apalagi minumnya es teler.

Jadi pesan saya, dietlah untuk supaya jadi sehat, bukan cuma untuk langsing (sedang bijak, harap dicatat). Dengan badan yang sehat, in syaa Allah hidup lebih bermanfaat, ibadah makin nikmat, kehidupan lebih bermartabat. Kalo badan langsing, anggaran keluarga bisa dihemat, selisih beli cemilan dan baju baru bisa dipake beli aneka buku paket bergizi di #RUMAHRAISHA , bisa juga untuk belajar dan menimba ilmu ikut seminar.

Ini cuma status pengantar, kalau mau tau tentang indeks massa tubuh dan lingkar perut lain kali saya nyetatus lagi ^_^’
Maklum belum punya klinik. Kliniknya baru dalam proses alias masih menimba ilmu dulu. Doakan biar mulus jalannya ya. Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat. Kalau ada yang benar datangnya pasti dari Allah, kalo ada yang salah itu pastinya dari saya sendiri. Mohon dimaafkan…

Bagi yang berminat menimba ilmu Gizi Klinik, yuk ikutan workshop dan seminarnya akhir bulan April nanti di Semarang. Info lengkap boleh ke WA 08179518643 atau lihat di album SCNU 2016 (Semarang Clinical Nutrition Update 2016). Ada workshop TNT (Total Nutrition Therapy) dan Asam-Basa, ada juga simposium dan lomba posternya loh… Ditunggu ya, jangan sampai gak dateng, rugi nanti gak ketemu saya (loh? ^_^’)

12931080_1310419342308354_394437463981759360_n

COKELAT, SI HITAM YANG KAYA MANFAAT

Siapa orangnya yang tak suka cokelat? Pastinya ada, tapi bukan saya. Saking sukanya, saat diberi tugas membuat tinjauan jurnal, saya memilih topik tentang cokelat. Dan inilah sedikit ceritanya….

Pemanfaatan tanaman cacao oleh manusia dimulai pada peradaban bangsa Maya di Amerika Tengah. Saat itu mereka membuatnya menjadi minuman, yang tidak semua kalangan bisa mengonsumsinya. Hanya kalangan kerajaan yang bisa merasakan kelezatan minuman berbahan cokelat. Saking nikmatnya cokelat yang mereka rasakan, mereka sampai menyebutnya “kakaw” yang artinya “makanan Tuhan”. Orang Yunani lain lagi, mereka menyebutnya “minuman dari Tuhan”, yang akhirnya diabadikan menjadi nama latin tanaman ini (Theobroma cacao; Theo = Tuhan, broma = minuman). Tanaman ini pohon dan biji keringnya disebut kakao. Setelah melalui proses sangrai dan penggilingan, sebutannya menjadi kokoa. Sedangkan cokelat adalah makanan yang dibuat dari biji kakao yang disangrai.

Cokelat selain menjadi makanan dan minuman yang sangat enak, juga mempunyai khasiat bagi kesehatan. Banyak penelitian yang meneliti efek cokelat terhadap beraneka jenis penyakit. Di antara manfaat cokelat yang pernah diteliti adalah dalam mengobati penyakit kardiovaskular, penyakit neurologis, endokrin (sistem hormonal), kesehatan mulut, sistem limfatik dan imunologi, sistem dermatologi (kulit), sistem respirasi (pernapasan), dan sistem reproduksi. Ada juga jurnal yang melaporkan manfaat cokelat dalam menghambat perkembangan tumor, sebagai antiobesitas, anti stress, maupun anti diabetes.

Zat utama yang terkandung di dalam cokelat atau kakao adalah lemak, antioksidan, senyawa nitrogen, dan mineral serta zat lainnya. Lemak di dalam cokelat kebanyakan dalam bentuk cocoa butter yang terdiri dari 33% asam oleat (tak jenuh), 25% asam palmitat (jenuh), dan 33%asam stearat (jenuh). Asam oleat memiliki efek positif terhadap kadar lipid dalam darah. Asam lemak jenuhnya, walaupun biasanya bersifat meningkatkan kadar kolesterol dan LDL plasma, namun dalam hal cokelat ini sepertiya tidak terlalu berpengaruh dalam kadar lipid. bisa jadi hal ini disebabkan karena asam stearat yang diperoleh dari hewan berbeda jenis dan kualitasnya dengan yang berasal dari tumbuhan, atau karena sedikitnya asam stearat yang diserap oleh saluran pencernaan.

Cokelat mengandung banyak sekali antioksidan, bahkan disebutkan bahwa di dalam cokelat terkandung lebih dari 300 jenis zat aktif yang memiliki khasiat sebagai antioksidan, di antaranya dalam bentuk flavonoid, epikatekin, katekin, dan prosianidin. Zat-zat ini terutama dijumpai pada dark chocolate (cokelat pekat). Flavonoid inilah yang menyebabkan bubuk kakao berasa pahit. Karena rasa yang pahit akan mengurangi penerimaan masyarakat terhadap cokelat, maka pabrik cokelat berusaha menghilangkan rasa pahitnya dengan berbagai proses. Sayangnya, sebagian besar flavonoid (sekitar 90%) ikut terbuang bersama proses ini. Produsen cokelat juga menambahkan banyak bahan lain untuk membuat cokelat semakin enak dinikmati, di antaranya penambahan gula, susu, kacang-kacangan dan buah-buahan kering, sampai dengan penambahan garam (sea salt). Kadarnya cukup tinggi, sehingga dapat menimbulkan masalah baru bagi yang mengkonsumsinya.

Selain lemak dan antioksidan, kakao juga mengandung senyawa protein, baik itu dalam bentuk protein polifenol (tiramin, triptofan, dan serotonin).maupun methylxanthine (teobromin dan kafein).Zat-zat ini merupakan perangsang sistem saraf pusat, diuretik (pelancar kemih), dan relaksan otot polos. Mineral yang terkandung dalam kokoa misalnya potasium (kalium), fosfor, copper (kuprum), besi, zinc, dan magnesium, yang akan memperkuat manfaat kesehatan daro cokelat. Cokelat juga mengandung asam valerat, yang berfungsi sebagai pengurang stress. Bahkan, cokelat disebut-sebut sebagai sumber serat yang cukup baik.

Mekanisme cokelat dalam manajemen penyakit kardiovaskular berhubungan dengan kemampuan cokelat dalam hal menurunksn tekanan darah, menyebabkan pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi), menghambat aktivasi platelet (keping darah) dengan demikian mencegah pembekuan darah, serta memperbaiki profil lipid.

Dengan sekian banyaknya manfaat cokelat yang diketahui, apakah kita sudah dapat menyarankan orang “Konsumsilah cokelat sebatang sehari”? Ternyata belum. Masih banyak penelitian yang harus dilakukan berkenaan dengan hal ini. Penelitian yang berhubungan dengan cokelat juga banyak disponsori oleh produsen cokelat, sehingga berpotensi memiliki konflik kepentingan. Dibutuhkan penelitian yang independen, menggunakan baik dark chocolate maupun milk chocolate, terutama pada subjek manusia, untuk dapat menguak lebih banyak manfaat cokelat terhadap kesehatan manusia.

Jenis cokelat yang digunakan dalam penelitian adalah dark chocolate, yang kadar flavonoidnya masih tinggi. Sedangkan cokelat yang kita konsumsi sehari-hari kebanyakan berjenis milk chocolate, yang banyak mengandung gula dan susu. Untuk mencapai dosis terapi yang sama seperti yang dihasilkan dalam penelitian, seseorang harus mengonsumsi banyak sekali cokelat. Masalah baru akan timbul setelahnya, karena konsumsi gula yang melebihi kebutuhan energi tubuh selanjutnya disimpan dalam bentuk trigliserida (salah satu jenis lipid) di dalam sel-sel lemak. Alih-alih memperbaiki fungsi jantung dan pembuluh darah, konsumsi berlebihan dari milk chocolate justru akan membuat seseorang harus menurunkan berat badan, menambah ekstra olahraga, dan memperbaiki profil lipid setelahnya. Konsumsi dark chocolate masih lebih bisa ditolerir jika kita mengharapkan manfaat kesehatan dari cokelat. Namun, dalam bentuk apapun baik itu milk chocolate, dark chocolate, dengan tambahan kacang, buah kering, atau apapun, cokelat tetap menjadi makanan dan minuman yang menghibur dan mengurangi stress bagi kebanyakan orang, termasuk saya. Setuju?

Semarang, 9 April 2016

Dina Adriana
www.rumahraisha.com

Referensi :
1. Araujo QRD et al. Cacao and human health : from Head to Foot – A review. Critical reviews in Food Science and Nutrition. 2013.
2. Latif R. Chocolate/cocoa and human health : a review. University of Dammam, Saudi Arabia. 2013

12998535_1312306045453017_8072977870395147542_n

Bangun lebih cepet biar bisa ngetik dulu. Dan, perut manggil2 minta diperhatiin. Hadeuh

Yang dibayangin sih cemilan berat ya : biskuit, astor, tahu kemul, keripik singkong.. Hmmmm enak pastinya. Tapi serem lagi kalo inget lingkar pinggang.

Akhirnya ambil jeruk, kupas walo lagi gak terlalu berselera makan jeruk. Kunyah, telen. Habis juga satu jeruk sendirian. Dan tau nggak? Ternyata perut dah ga meronta2 lagi, alias udah kenyang hehehe…

Jadi kalo kita mau, sebenernya kontrol itu ada di tangan kita sendiri loh. Wajar kalo perut berasa laper, artinya proses pencernaan kita berjalan lancar karena makanan yang kita konsumsi sebelumnya sudah berhasil dicerna dan diserap. Makanya sekarang pundi2nya kosong lagi, dan tubuh berusaha memberitahu dengan alarm berupa rasa lapar. Tapi, kalau dirasa2 kebutuhan kalori, protein, dan lemak kita sudah terpenuhi, maka gantilah dengan makanan jenis lain yang ringan dan tidak terlalu menambahi kalori. Buah misalnya. Sediakan selalu buah di rumah untuk diambil sewaktu2 rasa lapar melanda. Dilanjutkan dengan minum air putih. Air putih loh ya, bukan sirup atau bahkan es teler

Banyak manfaat yang kita dapat dari makan buah (dan sayur), karena buah dan sayur merupakan sumber mikronutrien yang penting. Selain makronutrien (karbohidrat, protein, dan lemak), tubuh juga butuh mikronutrien (vitamin dan mineral), dan serat. Disebut mikronutrien karena tubuh membutuhkannya dalam jumlah relatif kecil. Tapi kalo sampe kekurangan, efeknya besar karena mikronutrien digunakan dalam berbagai proses penting di dalam tubuh kita. Kalo kelebihan? Ya gak baik juga. Semua hal itu harus dijaga supaya seimbang, termasuk makanan. Kurang, jadi penyakit. Kelebihan? Juga jadi penyakit.

Pagi2 kok makan buah? Apa gak sakit maagh? Hehehe anggapan jadul kan gitu ya? Kalo makan buah pagi2 katanya nanti sakit perut, nanti perutnya dingin, dst. Padahal justru penyerapannya lebih baik saat kondisi perut kosong. Kalo makan buah pagi2 terus perut berasa gak nyaman, bisa jadi karena faktor sugesti.

Intinya, mau sehat atau sakit, itu pilihan kita sendiri. Kalo bukan kita yang mengusahakannya, siapa lagi? Kalo badan sehat, aktivitas lebih semangat kan?

(DA)
www.rumahraisha.com
WA 08179518643

13227013_1337513489598939_8808295295662647592_n

Pagi ini ada yang aneh dengan si dia..
Tiba-tiba dia bilang nanti malam mau pulang cepat.. Pergi keluar berdua saja.
Sempat bingung, campur tak percaya.
Malah ada juga sedikit curiga, hehehe…

Tapi tiba-tiba aku pun teringat hari ini tanggal berapa.
Di tanggal ini, 8 tahun yang lalu dia mengambil alih tanggung jawab atasku.
Sejak hari itu statusku berubah, semuanya berubah.
Dan sampai saat ini pun, delapan tahun kemudian, aku masih tetap belajar menjalani peran itu.
Tak terhitung berapa kali aku membuatnya kecewa.
Begitu sering membuatnya kesal.
Namun maafnya selalu terhampar luas, bahkan sebelum ‘ku memintanya.

Teringat suatu kali pernah membaca sebuah tulisan, yang aku lupa di mana…
“Kalau mencari suami, carilah yang luas maafnya serta mudah ridhonya. Karena seorang wanita jika ia meninggal dan suaminya ridho padanya, maka ia masuk surga.”

Semoga sampai akhir hayat, ridhomu selalu mengiringi setiap langkahku.
Terimakasih atas stok sabar yang tak pernah habis…

Semarang, 18 Mei 2016

13237714_1339813786035576_872719182667858743_n

Suka sama quote ini.
Pengeen banget punya offline store bukan hanya online.
Target pertama sudah jelas : TOKO BUKU.

Semoga suatu saat bisa menunjukkan (mewujudkan), bukan hanya bilang2…

Apa impian teman2??
Sudah sejauh mana langkah untuk mewujudkannya?
Tak mengapa sedikit2, asal tidak jalan di tempat. Yuk, semangat!! ^_^

13265831_1344321212251500_6192101611774594547_n

Di antara temen2 di sini, siapa yang cita2nya kepengen langsing? Ngacung, hayoo…

Ada yang cita2nya pengen sehat nggak? Silakan ngacung jugaa….

Kukasih tau ya, langsing dan sehat itu bukan tidak mungkin. Tapiii… Ada tapinya. Kalo mau langsing dan sehat, pasti ada prosesnya. Kecuali orang2 beruntung yang suka bikin iri dan baper ituh, yang makannya sebakul tapi bajunya tetep aja S atau paling banter nyampe M. Itu mah ga masuk hitungan, lah… Kita ngomongin yang umum2 aja. Perempuan, apalagi sudah menikah dan punya anak, usia pun semakin bertambah, biasanya badan mulai naik sizenya. Jarum timbangan “shift to the right” kalo pake timbangan normal yang biasa dipake di RS dan tempat2 lain. Kecuali kalo nimbangnya kaki kiri sendiri dan kaki kanan sendiri alias macam pake sepatu roda gitu, bisa jadi sih berasa ringan, tapi kalo udah dijumlah ya bakalan nangis juga….

Langsing dan sehat adalah sebuah keniscayaan. Bukan mustahil, namun harus diusahakan. Lantas kalau sudah usaha apa pasti jadi langsing, dijamin sehat? Hanya Allah yang mampu menjawabnya. Apalah saya ni, cuma sesama wanita yang kebetulan sedang belajar tentang gizi. Dari ilmu yang saya pelajari, sedikit banyak saya jadi tau cara-cara buat jadi langsing dan sehat.

Terus, emangnya saya udah langsing dan sehat? (Yakin, pasti bakalan gatel pada pengen tanya gitu khaan…) Yaelah, on progreeess tau..!! Kan gak bisa instan, tapi in syaa Allah ada lah hasilnya, hehehe… Gak pake obat2 segala, karena obat biasanya dipake buat obesitas yang morbid. Saya kan gak obes apalagi morbid. Kuncinya ada pada pengaturan pola. Pasti berhasil 100%? Ya kita manusia kan porsinya berusaha dan berdoa, soal hasil serahkan sama Allah. Tapi, mau ikutan coba pun in syaa Allah gak ada ruginya. Yang jelas kalo baru 1-2 hari jangan harap udah turun 5 kilo. Kalaupun berhasil turun, gak bakal keliatan dalam 1-2 hari kecuali dibarengi dengan diare profus, emangnya mau? Xixxii…

Jadi, ngapain nulis status kayak gini? Ya pengen aja sih. Kali aja ada yg berminat mau nemenin saya menjalani program ini ✌️

www.rumahraisha.com

13347009_1352288054788149_1460738551227448988_n

Selamat berbuka puasa… Jangan lupa sunnah2nya :
– membaca doa berbuka yang shahih
– berbuka dengan 3 butir kurma
– makan/minum sambil duduk
– menggunakan tangan kanan
– membaca doa sebelum dan sesudah makan
– berhenti sebelum kekenyangan

Begitu banyak pahala berserakan sudah Allah sediakan. Tinggal kitanya mau mengambilnya atau tidak. Apalagi di bulan ramadhan, pahalanya sudah pasti berlipat-lipat. Kalau sudah terbiasa maka akan refleks mengerjakannya…

Selamat mengejar keutamaan bulan ramadhan

Category: Belajar...
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − nine =